Mendengar komentar seorang teman tentang suatu akun Instagram temannya yang sering memasang foto mesra bersama suami, “Suamiku bukan model orang yang suka pamer-pamer foto kita berdua di sosmed sih ya, tapi aku kadang suka iri sama teman ku yang suaminya selalu pajang foto keluarga dan foto mesra bareng istrinya di INSTAGRAMnya.” Begitu komen salah satu teman yang saya pikir, dia merasa insecure atas hubungan dengan suaminya.

Sebenarnya sih, sosial media bukan parameter yang betul betul bisa menggambarkan tolak ukur besarnya rasa cinta maupun respek pasanganmu kepada dirimu karena, hal tersebut sering kok maaf nih penuh pencitraan alias palsu walau tentu saja tidak semua begitu.  Samalah dengan manusia juga kadang ada yang tulus dan apa adanya mereka ada yang penuh dengan segala upaya agak terlihat seperti yang diinginkan lingkungannya.  Walaupun nih buat saya menjalani hidup bukan apa adanya saya itu berat banget yes.  Anyway, lanjut ke masalah parameter kualitas hubungan seseorang,  sejatinya suatu pasangan yang ideal adalah pasangan yang saling merasa respek dan sayang satu sama lain, juga saling bangga memiliki satu sama lain.

Tetapi seiring berjalan waktu semua-semua berubah termasuk manusia, apakah anda mempunyai kebiasaan dan penampakan yang sama saat ini seperti 10 tahun yang lalu? Wajar jika kita berubah baik dari segi penampilan, pembawaan diri, cara pandang hidup, dan pengetahuan sejatinya manusia memang seiring waktu pasti berubah. Albert Einstein bahkan memberikan pendapat bahwa parameter kecerdasan manusia adalah berdasarkan bagaimana manusia mampu berubah. Sehingga amatlah wajar jika pasangan kita pun ikut berubah, dibanding misalnya 10 tahun yang lalu pada saat awal berkenalan sebelum berpacaran dan menikah.  Kemudian problem itu terjadi, disaat pasangan kita sangat bersemangat untuk berubah menjadi dirinya yang jauh lebih baik, bahkan tidak mungkin terkadang menjadi pribadi yang sangat berbeda dalam segala hal dan menjadi versi terbaik yang dia bisa sampai hari ini.  Tapi pada saat hal itu terjadi, apakah kita selaku pasangannya dapat mengimbanginya?

Hal ini yang mungkin bisa bermula sebagai masalah untuk sebagian pasangan.  Dalam hal ini, saya menyemangati para wanita yang mempunyai pasangan yang kemudian karirnya pesat menjulang dan menjadi orang yang berbeda dari yang kita kenal terdahulu, untuk berdampingan sepadan dengan mereka.  Banyak sekali hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengasah pengembangan diri.  Intinya, di saat kita merasa kita rendah diri karena perbedaan itu, disitulah kita harus mulai bergerak untuk mengisi perbedaan yang terjadi.

Ketika kita mencintai pasangan kita, hal yang umum dilakukan adalah melakukan hal-hal yang membuatnya bahagia. Usahakanlah yang terbaik untuk meningkatkan kualitas diri karena mencintainya. Meningkatkan kualitas diri sesuai dengan perkembangan pasangan misalnya jika dia adalah seseorang yang bekerja mengharuskan bertemu banyak orang, belajarlah untuk mempunyai network sosial yang bisa mengimbangi kolega dan rekan-rekan bisnisnya.  Banyak membaca artikel tentang masalah-masalah yang terkini terjadi membuat kita selalu update dengan banyak hal.  Jika diperlukan, ikutlah workshop-workshop singkat tentang pengembangan kepribadian, bagaimana cara untuk menambah network dan mungkin workshop-workshop yang sifatnya seperti mempelajari hal baru yang memang menjadi hobi dan minat misalnya fotografi atau bersepeda.  Dari hobi tersebut akan mempertemukan kita dengan banyak orang yang berbeda-beda status sosial dan latarbelakang yang membuat kita bisa mengeksplorasi mereka sehingga kita mendapatkan pengetahuan baru tentang cara pandang hidup, gaya hidup dan visi yang mungkin berbeda dari kita yang akan memperkaya pengetahuan kita.

Teruslah berubah untuk menjadi lebih baik. Ciptakan sejuta alasan untuk mendasari kita melakukan hal itu, tetapi saya pikir alasan terbaik untuk melakukan perubahan itu adalah untuk diri kita sendiri. Karena perubahan yang menyenangkan tentu saja bisa membuat kamu lebih bahagia dengan dirimu. Ketika kamu bahagia dan mencintai dirimu sendiri, ketahuilah semua dunia ini bisa menjadi milikmu karena kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan. Karena jika kamu sudah bahagia, kamu akan lebih mudah membagikan kebahagiaanmu untuk orang lain.

Keep changing and keep improving dear, the world always missing the new better you all the time!

Jakarta 5 Juni 2021

Penulis : Heidy Andreyani

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
error: Content is protected !!
WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja!
👋 Hai, Ada yang bisa kami bantu?