Alkisah pada suatu hari di bulan Juni 2021, saya ingin menceritakan secuil cerita tentang hidup seseorang, bernama Rara.
Rara mempunyai kehidupan yang bisa dibilang sempurna dari kacamata orang lain. Dia tidak secantik Luna Maya walaupun dia sama sekali tidak jelek dan mempunyai bentuk tubuh yang lumayan sempurna, hidupnya sangat lebih diatas kata berkecukupan karena dia bisa membeli apapun yang dia mau yang masih dalam nalarnya. Mempunyai suami dengan pekerjaan baik dan anak-anak yang manis. Walau seperti layaknya manusia, dia tidak melihat dirinya sesempurna itu. Di pernikahan keduanya, ia mempunyai pasangan yang sangat insecure dan penuh kontrol, ketidak percayaan, dan sering melakukan tindakan menutup kesempatan saat dia merasa pasangannya menjadi dianggap lebih hebat
Di malam hari pun ketika waktu tahajud memanggilnya, ia kebingungan apa yang tepatnya ia inginkan untuk merubah hidupnya malam ini sungguh sangat berbeda. Karena malam ini seperti titik balik karena hari ini sama sekali dia tidak merasa emosi apa-apa. Baik rasa ketakutan yang sudah akrab didirinya dalam hampir 3 minggu ini tidak juga rasa senang, karena hari ini perlakuan pasangannya yang lebih sedikit mengata-katainya seperti beberapa minggu terakhir ini.
Malam ini sungguh membingungkan.
Kemudian pagi berikutnya, entah kenapa secara tiba-tiba pencerahan itu datang, datang bagaikan sinar yang sangat menerangkan yang membuat ia betul betul paham bahwa semua abuse yang dialaminya betapapun hancur harga diri, jiwa dan raganya sampai ke titik nol betapapun besar takutnya kehilangan yang mungkin akan dialaminya dia sadar bahwa dia harus mengijinkan itu semua menjadi takdirnya. Sehingga tiap apapun baik perlakuan yang membuat remuk raganya, perkataan yang sinis, cacian, hinaan, celaan, semua yang merendahkan seperti sampah tidak akan pernah berarti apa-apa untuk hidupnya. Karena ia selalu tahu apa yang terbenar akan dirinya adalah apa yang ada di pikirannya bukan di pikiran siapapun termasuk pasangannya.
Dia berhak punya pemikiran apa saja yang terbaik untuk dirinya, sebebas-bebasnya burung di udara mencari sarang terbaiknya. Dan tetap mempunyai keluarga yang dia sayangi, walau di dalamnya terdapat ketidak sesuaian hati dan raga. Tapi mulai untuk bisa membebaskan pikirannya dan jika diperlukan manipulasi juga bisa dilakukan terhadap dirinya maupun orang-orang di sekelilingnya agar dia tetap bisa menjaga kebahagiaannya. Karena dia juga tahu betapa bobrok dan palsu hidup pasangannya tapi tetap berusaha dianggap menjadi manusia terbenar dan tersempurna walau itu berarti juga menipu sendiri dirinya.
Dia juga bebas membuat dan merancang apa yang akan diinginkan oleh hidupnya, tetap mewujudkan cita-citanya walau harus menjadi orang yang lebih pintar dan licin untuk tetap dianggap istri, ibu serta perempuan baik dan manis dikeluarga kecil dan keluarga besarnya.
Dan setelah pemikiran itu datang, ia dapat dengan mudahnya berlari 4,5 km tanpa kelelahan bisa tetap bersepeda dengan average speed 28km/h dengan max speed 43-45km/h setelah semua apa yang terberat dalam hidup terjadi pada dirinya dalam sebulan terakhir dia menangis lama bukan menangis sedih tapi menangis bersyukur. Bersyukur bahwa ia dikaruniai pemikiran, pandangan, jiwa yang selalu positif, dikaruniai tubuh yang baik, jantung, otak, pembuluh darah, sepasang kaki yang kuat, pencernaan yang juga baik, darah yang mengalir sempurna, betapapun mereka semua sudah melalui hari-hari yang berat penuh kekhawatiran dan ketakutan akan kehilangan, ketidakpastian akan seperti apa masa depannya, tapi badannya masih tetap bisa berlari berolahraga dengan baik tanpa hambatan kecuali menambah kesempurnaan raga dan jiwanya.
Dan sambil mendinginkan badan setelah berolahraga kembali berpikir, setelah membaca kembali Whatsapp message dari pasangannya yang seperti biasa berisi cacian dan hinaan, kini dia tahu dia harus melakukan apa untuk doa hajat dan tahajudnya meminta kepada Tuhan yang maha Esa. Dia akan meminta dan memohon agar Tuhannya membantu pasangannya bisa menerima dengan baik semua hal-hal yang dianggap menyakiti hati nya, melanggar prinsip hidupnya, dan meminta agar dia tetap bisa melanjutkan hidup tanpa kesulitan dan bisa menerima segala sesuatunya dengan lebih baik dan membuat dirinya menjadi pribadi yang jauh lebih baik mulai hari ini.
Memilih untuk menciptakan sesuatu yang membuat bahagia, berpikir bahwa kebahagiaan itu pada akhirnya adalah kita yang memilihnya.
Mempunyai partner yang tidak sesuai dengan harapanmu bukan akhir segalanya, terimalah dia dengan segala kekurangannya dan segala hal buruk yang potensial bisa dilakukannya terhadap dirimu tapi jangan sampai menghalangi dirimu untuk memilih kebahagiaanmu dengan meminimalisir harapan atas perubahan dirinya. Semakin sedikit harapan atas perubahan untuk sesuatu semakin mudahlah kita bisa berbahagia.
Adalah sesuatu yang Rara pahami bahwa kita tidak harus menunggu untuk menyelesaikan maupun sembuh dari rasa sakit atas ujian hidup yang kita alami untuk memilih berbahagia. Pilihlah untuk tetap berbahagia dengan apapun kondisi mu sekarang, karena selalu ada hal-hal baik yang bisa disyukuri dari kondisi apapun. Pilihlah untuk ingin berbahagia dengan sakit dan sedih yang ada, pilihlah untuk tetap berbahagia dengan apapun yang kamu punya saat ini hari ini.
Entah apa lagi yang akan terjadi esok hari di hidup Rara tapi, keoptimisan tentunya akan banyak membuat segala sesuatunya mempunyai akhir lebih baik. Berpikir baiklah selalu untuk membuat kebaikan adalah satu-satunya akhir dari kenyataan hidupmu.
Que sera sera, whatever will be will be!
Jakarta Juni 2021
Penulis : Heidy Andreyani