Judulnya aneh ya? Tau enggak, artinya itu apa? Pernah seperti itu nggak?
Mestinya banyak sih dari kita yang pernah melakukan hal itu, baik cuma beberapa kali, kadang-kadang, sering, dan yang terparah, selalu seperti itu. Duh, yang tiap saat melakukan hal itu, apakah kalian termasuk manusia berkepribadian banyak? Enggk tau deh, semua yang kita lakukan dan menjadi tindakan kita adalah pilihan kita sendiri. Jadi, mungkin buat beberapa orang, menjadi tidak apa adanya secara rutin / menjadi kebiasaan dan termasuk hal yang biasa aja, karena ya memang mereka bukan termasuk orang apa adanya. Karena, menjadi tidak apa adanya adalah apa adanya mereka….duh!
Saya merasakan betul enggak enaknya menjadi orang yang tidak apa adanya, eh itu istilahnya apa ya? Agak berasa gimana gitu kalau kita bilang itu termasuk orang munafik karena kita semua tahu lah, orang-orang munafik itu banyak banget disebutkan di Quran sebagai golongan yang enggak banget disukai Allah walau mungkin kadar kebohongannya multi level alias tergantung kadarnya alias belum tentu masuk dosa besar juga.
Anywayyy….buat orang yang sangat apa adanya seperti saya, menjadi tidak apa adanya itu sesuatu yang beratnya luar biasa, untuk kadar tertentu bisa amat sangat mengganggu ketenangan dan kedamaian hidup. Tapi gimana ya, kadang memang hidup di dunia ini enggak bisa semau-maunya sendiri juga, kadang harus penuh pertimbangan, punya empati terhadap orang lain, dan sejuta konsekuensi yang harus ditelan akibat jika kita selalu menjadi manusia yang apa adanya terus. Hal yang paling sederhana deh, misalnya kita hari ini ngantuk banget dan gak mood banget, tapi karena kebetulan di rumah orang tua, jadi terpaksa dengerin curhatannya orang tua bahas si tante ini dan tante anu yang punya anak punya pacar pengangguran, misalnya ya coba deh kalau kita bodo amat terus kita tidur di sofa sambil berasa didongengin ama orang tua yang curhat, apa enggak pasti orang tua ngambek dan ngomel, dibilang enggak perhatian padahal jarang-jarang datang berkunjung…hehe…itu baru kadar sederhana ya, silakan bikin hal-hal besar akibat atau konsekuensi dari menjadi diri yang terlalu apa adanya.
Saat ini pun saya juga karena situasi dan kondisi yang kurang memungkinkan membuat saya sangat jadi tidak apa adanya. Saya sungguh merindukan teman-teman saya yang bisa membantu berbahagia walau sekejap, saya sungguh merindukan lingkungan yang membuat saya merasa berharga, tapi karena keadaan saat ini, banyak hal-hal yang tidak bisa saya lakukan untuk berada bersama orang-orang tersebut, orang-orang yang bisa membantu menyeimbangkan emosi dan mental saya supaya berada tetap di garis kewarasan.
Dan pada saat hal itu terjadi, mungkin saatnya kita bertanya ke diri kita sendiri, apakah hal-hal yang kita lakukan untuk menjadi tidak apa adanya sudah dalam taraf mengganggu ketenangan hidup kita? Apakah kelakuan itu sepadan dengan hasil yang akan kita terima? Apakah begitu besarnya keinginan kita akan hasil yang akan kita terima itu, dan apakah jika kita mendapatkannya kita akan bahagia?
Siapa yang bisa menjamin akan hal itu, karena apa yang kita lakukan terkadang mempertimbangkan banyak kepentingan orang lain dan bukan kedamaian dan ketenangan hati kita. Jujur jika ada pemikiran seperti ini, saya bukan termasuk orang yang cepat berkeputusan, mau dibawa kemana ujungnya dan akan seperti apa baiknya. Kadang kondisi hidup juga tidak mudah untuk melangkah begitu saja meninggalkan apa yang ada. Solusinya gimana ya?
Saya bukan termasuk orang yang begitu saja pasrah dengan kehidupan membawa saya kemana, kita sebagai manusia dikaruniai akal dan pikiran untuk berusaha membawa fitrah kita ini ke sebaik-baiknya derajat manusia. Tapi jika memang belum beride dan stuck dengan kondisi yang ada dan mesti berdamai untuk menjadi tidak apa adanya, mungkin itu satu-satunya hal yang memang harus dilakukan. Kondisikan pikiran untuk berdamai dan menerima dengan keadaan itu, keadaan yang membuatmu untuk bersikap tidak apa adanya, toh ini sementara, bayangkan bahwa suatu saat nanti ada saat dimana kamu bisa menjadi sebenar-benarnya dirimu dan seapa adanya dirimu sehingga kamu merasa nyaman dan bahagia. Saat ini hanyalah suatu proses untuk menjadi dirimu yang mempunyai perasaan yang lebih menyenangkan.
Suburkan perasaan dan bayangkan bahwa di dunia ini enggak ada kok sesuatu yang abadi. Tidak ada kok kondisi yang begitu-begitu terus. Seenak-enaknya situasi pasti ada situasi yang merubah menjadi tidak nyaman, begitu pun sebaliknya.
Saya menulis ini untuk menyemangati diri saya sendiri, saya sadar kok, banyak diantara kita yang merasakan hal yang sama bahkan jauh lebih tidak menyenangkan, disitulah kita tetap harus mensyukuri apapun yang kita punya sampai saat ini, dan tidak terfokus pada apa yang kita tidak punya.
Rasa syukur dan menerima apa yang kita punya dan kita alami saat ini adalah salah satu cara kita untuk bisa merubah situasi/keadaan menjadi lebih baik. Latih pemikiran kita selalu tentang itu tadi, semua tidak akan ada yang abadi. Mungkin one day saya akan bisa bersama teman-teman saya lagi, bersama orang-orang yang membantu keoptimisan akan hidup dan menyikapi hidup dengan lebih baik lagi.
Bersikap tidak apa adanya untuk sesuatu yang sementara selama kita yakini itu adalah salah satu cara yang baik untuk menjalani hidupmu saat ini, tentu saja pada akhirnya bisa bagus ujungnya. Someday, one day, pasti deh kita akan paham, kenapa hal ini terpaksa harus kita lakukan, karena hal ini akan membawa ke episode hidup kita yang lebih baik, lebih menyenangkan dan semoga, lebih menjadi seapa adanya diri kita.
May blessing of Allah be with YOU.
Penulis : Heidy Andreyani